“MENGINTIP KEHIDUPAN PRIBADI NYAMUK, TIKUS, KECOA, LALAT, KELELAWAR” MELALUI PELATIHAN SURVEILANS DAN PENGENDALIAN VEKTOR DAN BINATANG PEMBAWA PENYAKIT BAGI 25 ENTOMOLOG PUSKESMAS SE-KAB. NAGEKEO”

29 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

Pernahkah terbayang ada pelatihan yang isinya mengintip kehidupan pribadi nyamuk, tikus, lalat, kecoa, kelelawar? Selama ini kita hanya mengenal fogging untuk nyamuk, padahal musuh disekitar kita jauh lebih banyak. Lalat rumah, lalat hijau didapur bisa menyebabkan diare, disentri, kolera, thypus; Tikus dirumah, dipasar, digudang, dikebun maupun sawah bisa menyebabkan penyakit leptospirosis, pes dan hantavirus; Kecoa/lipas dirumah dapat menyebabkan alergi, gatal-gatal, diare, disentri; Kelelawar bisa membawa penyakit virus NIPAH, dan tentu Nyamuk dapat menyebabkan penyakit demam berdarah, chikungunya, Yellow Fever/demam kuning, demam Zika, Japanese Encephalitis/radang otak, malaria dan filaria (kaki gajah).

Berbeda dengan pelatihan biasa yang hanya diam didalam ruangan, peserta latih pada pelatihan ini benar-benar diterjunkan untuk menjadi detektif dan mengintip kehidupan pribadi vektor dan binatang pembawa penyakit. Mereka diajarkan mencari dan menemukan jentik nyamuk, menangkap nyamuk dewasa dengan metode Umpan Orang Dalam (UOD) dan Umpan Orang Luar (UOL) dan hasilnya di identifikasi menggunakan mikroskop stereo; mengukur kepadatan lalat menggunakan fly gril ditempat sampah dan pasar, memasang perangkap tikus dipasar dan melakukan identifikasi rodent. Selain itu melakukan latihan penyemprotan dinding (Indoor Residual Spraying/IRS) dan cara mengoperasikan alat fogging.

Peralatan yang digunakan juga tak kalah unik, seperti perangkap tikus, aspirator untuk menangkap nyamuk dewasa, senter, cidukan, pipet, mikroskop stereo untuk mengidentifikasi morfologi dan anatomi nyamuk.

Itulah yang terjadi selama 5 hari (tanggal 20 – 24 Oktober 2026) di Mbay - Ibukota Kabupaten Nagekeo, dimana Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo bekerjasama dengan UPTD Latnakes Kupang menggelar Pelatihan Surveilans Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit bagi 25 orang petugas Puskesmas untuk memperkuat upaya surveilans dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Peserta terdiri dari tenaga Surveilans, Tenaga Sanitasi Lingkungan dan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari 9 puskesmas se-Kabupaten Nagekeo.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo “dr. Renny Wahyuningsih”. Dalam sambutannya, Kadinkes (dr. Renny) menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis agar petugas puskesmas tidak hanya memahami materi secara teoritis dan menjalankan tugas rutinitas saja tetapi semakin mampu melihat persoalan dilapangan, memahami penyebabnya, menganalisa faktor risiko lingkungan serta dapat menggunakan data hasil pelaksanaan kegiatan untuk menentukan langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing wilayah serta dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Fasilitator pelatihan ini berasal dari Program Surveilans Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Apris L. Isu, SKM. M.Kes), Peneliti Senior Loka Labkesmas Kupang (Hanani M.Laumalay, SKM. MSc) serta Akademisi dari Prodi Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Kupang (Johanis J. Pitreyadi Sadukh, ST.MSc). Materi yang terdiri dari  Bionomik Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Surveilans Malaria, Surveilans Dengue, Surveilans Diare, Surveilans Filariasis dan Surveilans Leptospirosis. Materi tambahan dari fasilitator berupa penginputan data dan pelaporan hasil survey vektor berbasis elektrokinik menggunakan Aplikasi Silantor 2.0 dan Epicolect 5; dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 46 jam yang dibagi dalam bentuk teori dalam kelas, penugasan perorangan dan kelompok serta praktek lapangan.

Peserta mengaku sangat senang dan terbantu karena "Selama ini hanya melakukan fogging dan abatesasi serta survey vektor dengan pemahaman yang terbatas. Setelah pelatihan ini kami jadi mengerti dan mampu mengidentifikasi vektor berdasarkan spesiesnya serta binatang pembawa penyakit. “Mencegah jauh lebih mudah daripada merawat masyarakat satu desa, satu kecamatan atau satu kabupaten yang sakit karena vektor dan binatang pembawa penyakit.

Bersama membangun SDM kesehatan yang kompeten untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

#DinkesNTT #NTT #DinkesNgada #Surveilans #EntomologiKesehatan #PengendalianVektor #Kesehatan #SDMKesehatan #AyoBangunNTT

By; Apris L. Isu, SKM. M.Kes

Staf Program Surveilans (Epid Ahli Pertama)